Pasar Negara Berkembang dan Eropa Dongkrak Performa Kraft

Ipotnews – Kraft Foods Inc melaporkan laba sepanjang kuartal pertama 2012 mengalami pertumbuhan 1,8 persen, melampaui estimasi sejumlah analis, didorong oleh peningkatan penjualan di pasar negara berkembang dan Eropa.

Menurut perusahaan yang berbasis di Northfield, Illinois, Amerika Serikat itu, seperti dilansir laman Bloomberg, Jumat (4/5), laba bersih sepanjang Januari-Maret naik menjadi 813 dollar AS, atau sekitar 46 sen per lembar saham, dibandingkan periode yang sama setahun lalu, yakni 799 juta dollar AS atau 45 sen.

Namun, jika tidak memasukkan beberapa item, laba Kraft mencapai 57 sen untuk setiap lembar saham. Sedangkan estimasi rata-rata 18 analis yang dikompilasikan oleh Bloomberg mencapai 56 sen.

Kraft mendapatkan keuntungan dari cepatnya pertumbuhan di pasar negara berkembang, di mana penjualan bersihnya melonjak 8,5 persen. Dalam dua tahun, Kraft melakukan pemisahan untuk membantu bisnis makanan ringan agar lebih masuk ke pasar Brasil dan China, yang pertumbuhannya lebih lambat.

Selain itu, Kraft juga membukukan peningkatan penjualan sebesar 4,5 persen di Eropa, padahal beberapa negara di kawasan tersebut mengalami resesi. “Mereka melakukan tugasnya dengan baik saat menghadapi tantangan di Eropa,” ujar Matt Arnold, analis dari Edward Jones & Co, Des Peres, Missouri, Amerika Serikat. “Mereka mencatatkan pertumbuhan yang cukup mengagumkan.”

Marjin kotor Kraft, atau persentase penjualan yang tersisa setelah biaya pokok penjualan, turun 1,3 poin persentase menjadi 35,6 persen. Estimasi rata-rata delapan analis menyebutkan 35,9 persen. Marjin kotor Kraft mengalami penurunan selama empat kuartal berturut-turut.

Pendapatan kuartal pertama, yang tidak termasuk akuisisi, divestasi dan fluktuasi mata uang asing, meningkat 6,5 persen, didorong oleh harga yang lebih tinggi. Penjualan organik Kraft meningkat tiga persen di Amerika Utara, 12 persen di negara-negara berkembang, dan 7,2 persen di Eropa.

Di Eropa, Kraft mendorong pertumbuhan melalui investasi beberapa merek populer, dan meningkatkan angka produksi setelah mengakuisisi Cadbury Plc.

Sebelumnya, Chief Executive Officer Irene Rosenfeld melakukan spin-off terhadap unit makanan ringan dan permen. Selanjutnya unit tersebut berganti nama menjadi Mondelez International Inc, yang diperkirakan mengantongi pendapatan tahunan sebesar 31 miliar dollar AS dari beberapa mereknya, seperti cokelat Cadbury dan biskuit Oreo.

LINK