Industri Jasa Naik Lebih Rendah, Wall Street Melemah Lagi

Ipotnews–Spekulasi di kalangan investor yang wait and see terhadap laporan data lapangan kerja mengantarkan bursa AS ditutup ke zona negatif, Kamis malam. Kekecewaan para investor terhadap data industri jasa ikut pula membawa indeks S&P 500 kembali terkoreksi.

Saham komoditi dan teknologi turun paling tajam di antara 10 sektor saham yang terdapat pada indeks S&P 500 seiring pelemahan saham Alcoa Inc dan Hewlett Packard Co yang turun 1,5 persen. General Motor Co turun 2,4 persen setelah mencatat penurunan pendapatan hingga 61 persen. Target Corp turun 2,5 persen karena penjualan per April meleset dari proyeksi. Sementara Green Mountain Coffee Roasters Inc turun tajam 48 persen karena laba diperkirakan akan turun dibandingkan ekspektasi.

Indeks S&P 500 turun 0,8 persen ke posisi 1.391,57 sehingga secara akumulasi turun 1 persen dalam 2 hari. The Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 61,98 poin ke posisi 13.206,59 (-0,5 persen). Russell 2000 Indeks yang menghimpun emiten-emiten UKM melemah 1,5 persen ke posisi 806,59 poin.

“Data ekonomi berbalik lebih lambat, laporan data lapangan kerja besok (hari ini) sepertinya tidak mengejutkan kalau akan mengecewakan. Semuanya akan mengizinkan bagi pasar untuk mengakhiri kondisi jenuh beli,” kata Jeffrey Saut, Chief Investment Strategist pada Raymond James & Associates seperti dilansir Bloomberg.

Pelemahan pasar saham AS dalam 2 hari ini yang menarik indeks Dow Jones dari penguatan selama 4 tahun terakhir karena sebagai akibat kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi. Akurasi perkiraan pengambil kebijakan memperlihatkan data ekonomi telah memburuk dari perkiraan. The Citigroup Economic Surprise Index minus 24,20 yang merupakan level terendah sejak September.

Wall Street jatuh karena sektor jasa bertumbuh pada periode April lebih rendah dibanding perkiraan. Laporan lain yang membayangi report sektor jasa adalah jumlah klaim jobless yang turun menjadi 365.000 pada pekan yang berakhir pada 28 April lalu. Konsensus para ekonom memperkirakan Departemen Tenaga Kerja AS hari ini akan merilis klaim tunjangan jobless akan bertambah menjadi 160.000 selama April. Pertumbuhan sektor jasa di AS dilaporkan turun ke posisi 53,5 selama April. Sedangkan pada Maret bertengger di level 56 poin. Sementara konsensus para ekonom adalah 55,3 poin.

LINK