Menperin: Pemerintah Ingin Pabrikan Jepang Tak Terlibat Mobnas

Ipotnews – Pemerintah akan membahas aturan mengenai mobil nasional (mobnas) bersama produsen dan mengupayakan agar prinsipal dari Jepang tidak ikut dalam program mobil nasional ini.

“Pemerintah sudah membicarakan dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mengenai `platform` untuk mobil nasional seperti Kancil, Texmaco Macan, Gang Car, Marlip, Arina, Tawon, Komodo, dan Gea. Produsen meminta kapasitas mesin 800 cc,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Rabu (2/5), diberitakan Antara.

Menurut Hidayat, pemerintah ingin membuat aturan tentang mobil nasional yang menguntungkan produsen mobil nasional. “Nantinya aturan tersebut akan berpengaruh terhadap daya beli masyarkat. Selain itu, Komite Ekonomi Nasional (KEN) meminta kebijakannya diterapkan secara bertahap,” ujarnya.

Lebih lanjut Hidayat menyatakan bahwa pemerintah akan meminta pabrikan asal Jepang tidak terlibat dalam program mobil nasional. “Saya harus membujuk ATPM untuk tidak masuk di kategori tersebut. Jika ATPM ikut dalam program itu, maka produsen di dalam negeri akan bersaing dengan prinsipal-prinsipal besar,” paparnya.

Hidayat menambahkan, pemerintah telah memiliki dua program mobil murah, yakni program “low cost and green car” yang diatur melalui regulasi dan di dalamnya ada segmen mobil angkutan umum murah atau mobil murah rakyat, yaitu kendaraan pikap. Program ini bertujuan menyediakan mobil dengan harga terjangkau bagi masyarakat di daerah.

“Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengalokasikan Rp141 miliar untuk mendorong pelaksanaan program mobil murah. Dana tersebut berupa subsidi yang akan disalurkan kepada para produsen mobil murah khusus pedesaan,” katanya.

LINK