Dow Jones Ditumbangkan Oleh Data Lapangan Kerja

Ipotnews—Bursa AS di sesi penutupan transaksi terkoreksi turun. Indeks Dow Jones Industrial Average turun dari level tertinggi sejak 2007 seiring data perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat hanya menyerap tenaga kerja yang lebih kecil dari perkiraan para analis.

Sementara tingkat pengangguran di Eropa yang mencapai puncaknya dalam 15 tahun terakhir ikut menjadi sentimen negatif.  Saham-saham energi dan finansial terkoreksi paling tajam dalam situasi tersebut. Chesapeake Energy Corp turun 15 persen setelah mencatat rugi yang terduga. Perusahaan ini menyatakan tahun depan juga berpotensi rugi di bawah beban harga gas alam yang mencapai titik terendah pada dekade ini.

Bank of America turun 1,8 persen. Pelemahan bursa saham AS sedikit tertolong oleh homebuilders yang tergabung dalam indeks S&P 500 mencatat kenaikan ke posisi tertinggi sejak tahun 2008.

S&P 500 Index turun 0,3 persen di posisi 1.402,31 setelah jatuh 0,9 persen pada penutupan transaksi sehari sebelumnya. Dow Jones (DJIA) turun 0,1 persen ke posisi 13.268,57 (-10,75 poin). Nasdaq naik 0,3 persen menjadi 3.059,85 setelah harga saham Apple Inc mencatat rebound.

Dalam pandangan Chief Investment Officer Fifth Third Asset Management Keith Wirtz menyatakan angka lapangan kerja dalam posisi terburuk. Seperti dilansir Bloomberg menurutnya sementara ada momentum kenaikan di beberapa bidang, namun data terkini lebih banyak melamban. Jika tampak gelombang berita negatif,  maka pasar menjadi rentan.

Wall Street tumbang setelah perusahaan-perusahaan di AS hanya menyerapa 119.000 tenaga kerja selama April . Angka ini terendah dalam 7 bulan. Sementara itu perekonomian Eropa juga menjadi faktor pelemahan pasar saham. Angka jobless di zona Eropa naik menjadi 10,9 persen selama Maret. Sektor manufaktur Eropa mencatat konstraksi bulan lalu dan angka pengangguran di Jerman naik secara tak terduga.

LINK