KADIN Kritik Pemerintah dan DPR Terkait Kebijakan Impor Gula

Ipotnews – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengkritik kebijakan impor “raw sugar” (gula mentah) yang dipatok sebesar 240 ribu ton oleh Kementerian Perdagangan, Dewan Gula Indonesia (DGI), dan Kementerian Perindustrian.

“Dari awal kami sudah mengingatkan pemerintah jangan sampai melanggar aturan dan UU, namun Kemendag, DGI dan Kemenperin tetap mempertahankan kebijakan untuk impor `raw sugar` tersebut,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur di Jakarta, Selasa (1/5), diberitakan Antara.

Menurut Natsir Mansyur, harga gula di pasar saat ini tetap Rp11.000 – Rp12.000 per kilogram sedangkan di luar Jawa dapat mencapai Rp13.000 per kilogram.

Ia juga menyayangkan sikap Panja Gula DPR RI sebagai lembaga pengawas yang dinilai ironisnya mendukung kebijakan pemerintah untuk mengimpor “raw sugar” oleh PT PPI yang sejak awal diragukan kemampuannya dalam industri rafinasi.

“Ini kebijakan yang keliru yang arahnya tidak jelas, contohnya saja pabrik gula rafinasi yang diberikan sanksi karena tahun lalu merembes ke pasaran malah diberikan hadiah untuk mengolah `raw sugar`,” katanya.

Ia menyatakan, ketiga institusi (Kemendag, Kemenperin, dan DGI) harus mempertanggungjawabkan masalah tersebut karena telah membiarkan karut-marut pergulaan nasional yang kerap terjadi dari tahun ke tahun.

Natsir juga mengingatkan bahwa karena pada bulan Mei berdasarkan aturan tidak boleh lagi mengimpor, maka berbagai perusahaan yang mengimpor dapat menggunakan bermacam-macam alasan seperti pengiriman kapal yang telat atau “dibon” (penjatahan impor “raw sugar” industri gula rafinasi dipakai terlebih dahulu). “Kalau alasan ini dibenarkan pemerintah hanya akan membuat kondisi pergulaan nasional lebih parah lagi,” katanya.

Untuk itu, Kadin berharap agar akal-akalan semacam itu tidak dibiarkan dan dapat terus diawasi karena bila dibiarkan akan merugikan konsumen dan petani, terlebih juga akan membuat Indonesia tidak akan mampu mencapai swasembada gula yang benar.

Ia juga mengingatkan tentang permasalahan harga gula di perbatasan Kalimantan yang dapat mencapai Rp18.500 – Rp20.000 per kilogram dan kerap terdapat kekurangan pasokan dari pulau Jawa. Hal tersebut, menurut dia, antara lain karena kebijakan yang bersifat diskriminatif sehingga rakyat di perbatasan mendapatkan harga gula yang jauh lebih tinggi meski hanya untuk dikonsumsi.

LINK