Menteri ESDM: Sulit, Pembatasan BBM Subsidi Berdasar Kapasitas Mesin

Ipotnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengakui pengaturan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berdasarkan kapasitas mesin (cc) kendaraan bermotor sulit diterapkan, sehingga hingga saat ini masih dalam pembahasan.

“Satu-satunya yang masih saya bahas ulang, urusan kapasitas mesin (cc), karena sulit kontrolnya. Bikin aturan mudah, kontrolnya sulit,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/4), diberitakan Antara.

Menurut Jero, aturan pengaturan berdasarkan kapasitas mesin masih belum menemukan titik temu, karena kemungkinan implementasi di lapangan yang sulit dilakukan. Namun, tiga aturan lainnya telah diputuskan pemerintah yaitu kendaraan pemerintah tidak boleh menggunakan premium, penghematan listrik di seluruh kantor dan perumahan milik pemerintah, serta konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG). “Yang tiga jalan dulu, yang satu kita cari modus yang paling mudah kontrolnya,” ujarnya.

Jero mengharapkan tiga upaya penghematan tersebut dapat menghemat anggaran pemerintah dan mengurangi beban subsidi energi yang ditetapkan pada APBN Perubahan 2012 sebesar Rp225 triliun.

Ia memastikan Presiden akan segera mengumumkan aturan penghematan BBM bersubsidi tersebut dalam waktu dekat karena kebijakan tersebut harus segera dilakukan. “Segera Presiden umumkan (kebijakan) akan jalan, itu akan kita jalankan,” ujarnya.

Namun, menurut Jero, kebijakan tersebut belum akan diumumkan oleh Presiden pada minggu-minggu awal Mei 2012. “Tidak, tidak mungkin. Belum,” katanya singkat.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Menteri_ESDM__Sulit__Pembatasan_BBM_Subsidi_Berdasar_Kapasitas_Mesin_&level2=newsandopinion&id=1267852&img=level1_topnews_4&urlImage=jero%20wacik%20republika%20co%20id.jpg