Setelah Diborong CT, Kata Analis Saham GIAA Bisa Ke Rp 800

Ipotnews–Sisa saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang tidak laku di pasaran sebesar 10,88%  atau sekitar 2,47 miliar saham kini sudah jelas nasibnya. Sisa saham IPO Garuda yang tidak terserap pasar itu dimiliki PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas.

Ketiga perusahaan sekuritas BUMN tersebut berhasil melepas saham Garuda dengan harga Rp 620 per lembar. CEO Trans Corp Chaerul Tanjung (CT) melalui perusahaan penerbangan miliknya, Trans Airways telah resmi membeli saham Garuda yang tidak laku tersebut.

Analis Indosurya Securities Reza Priyambada menyebutkan, masuknya CT dengan sedikitnya memiliki 10,88 persen saham di Garuda, turut berpengaruh terhadap kinerja Garuda ke depannya.

Namun, dia tetap berpendapat bahwa kinerja Garuda tergantung dari manajemen Garuda itu sendiri, bagaimana mengembangkan perusahaan dalam memperbaiki kinerjanya. “Masuknya perusahaan CT sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja Garuda. Kita lihat seberapa besar pengaruhnya,” kata Reza kepada Ipotnews.com, Minggu (29/4).

Terkait hal itu, menurutnya, investor memiliki hak suara dalam setiap perusahaan jika dia memiliki kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Namun, besar kecilnya tergantung pada berapa banyak dia memiliki saham di perusahaan tersebut.

“CT hanya memiliki 10,88 persen, itu tidak terlalu besar. Jadi ya hak suaranya tidak terlalu berpengaruh. Tapi terlepas dari itu semua, latar belakang CT dalam mengelola perusahaannya, mungkin saja berpengaruh besar,” terangnya.

Menurutnya, CT sebagai pihak yang mau memborong saham Garuda ( [GIAA 690 -20 (-2,8%)]) hanya dijadikan ajang pemanfaatan untuk moment tertentu.”Kalau menurut saya sih bisa saja dia (CT) hanya dimanfaatin untuk momen tertentu,” katanya.

Masalahnya, selama ini manajemen Garuda dalam neraca keuangannya terus merugi. Masuknya CT dalam kepemilikan saham di Garuda, membawa angin segar bagi manajemen Garuda.

Sementara di sisi lain, ada juga masyarakat yang merespon positif terkait hal itu untuk memberikan kesempatan kepada sekuritas-sekuritas untuk membantu memperbaiki laporan neraca Garuda menjadi lebih baik. Investor juga melihat sejauh mana Garuda bisa memperbaiki kinerjanya setelah masuknya perusahaan milik CT tersebut.

Namun, Reza menilai, penjualan harga saham Garuda di angka Rp 620 merupakan harga di bawah pasar sehingga menimbulkan respon negatif kepada publik. Dia menjelaskan, saat transaksi negosiasi pembelian saham Garuda, saat itu saham Garuda berada di kisaran Rp 640-Rp 650. Setelah itu (besok paginya), setelah negosiasi sudah dilakukan, barulah saham terperosok ke angka Rp 620.

Biasanya, kata Reza, ketika suatu pihak menjual di bawah harga pasar, maka harga pasar saat itu mengalami kelemahan dari aksi korporasi tersebut.”Harusnya ya membeli di harga premium bukan di bawah harga pasar,” ungkapnya.

Adapun, saat ini pergerakan saham Garuda terus membaik. Karena itu, Reza memprediksi harga saham Garuda bisa kembali mencapai harga Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 750. “Jangankan Rp 750. Malah ke angka Rp 800 juga bisa asal Garuda bisa memanfaatkan momentum baik ini,” kata Reza.

Menurutnya, aksi yang dilakukan CT untuk memborong saham Garuda hanya untuk mengembangkan bisnis perusahaannya yang sama-sama berkecimpung di penerbangan. Hal tersebut dilakukan untuk penyebaran bisnis Trans Airways sebagai perusahaan penerbangan miliknya.

“Kalau motif pribadi engga tahu ya. Secara bisnis sih, itu kemungkinan untuk menambah kepemilikan di perusahaan penerbangan. Kalau masuk ke Garuda kan, bisa menyerap apa yang sudah dilakukan Garuda terkait manajemennya, misal soal menambah rute atau antisipasi soal kenaikan harga minyak. Ya istilahnya curi-curi ilmu lah,” jelasnya.

Namun, terkait Bahana Securities yang merupakan underwriter dari penjualan saham Garuda, Reza bilang sudah pasti pihaknya mengalami kerugian. Namun, menurutnya, walaupun dianggap rugi hal tersebut lebih baik dilakukan daripada Bahana Securities berlama-lama menanggung risiko kerugian. “Mungkin Bahana engga mau berlama-lama rugi. Lebih baik cut lost. Yang penting laku, ada yang mau beli, dia jual. Itu merupakan potensial risk,” kata Reza.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Setelah_Diborong_CT__Kata_Analis_Saham_GIAA__Bisa_Ke_Rp_800&level2=newsandopinion&id=1264801&img=level1_topnews_1&urlImage=Garuda140311-reok.jpg