Harga Sawit Turun, Laba London Sumatera Terpangkas 24,1%

Ipotnews–Turunnya harga karet dan produk sawit selama periode 3 bulan pertama tahun ini, memangkas pertumbuhan laba PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) hingga 24,1%. Pada periode tersebut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan menjadi Rp299,1 miliar dari Rp393,9 miliar di periode yang sama 2011.

Penjualan pada periode tersebut juga mengalami penurunan menjadi Rp1 triliun dari Rp1,18 triliun atau turun 14,9%. Hal tersebut diakibatkan volume penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang mengalami penurunan sebesar 4,6% menjadi 91.331 ton.

Namun benih bibit kelapa sawit “Sumbio” tetap tumbuh positif dan produk inti sawit meningkat 17,5% menjadi 25.384 ton.

Dari total volume penjualan CPO yang dijual ke induk usaha PT SIMP turun menjadi 73% dibandingkan tahun sebelumnya 93%. Seiring hal itu, laba bruto di periode ini turun 32,5% menjadi Rp421,4 miliar dari Rp624,5 miliar, dengan marjin laba bruto 42,1%.

Sementara, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp400,1 miliar atau turun 29,8% dibandingkan tahun sebelumnya dengan marjin EBITDA 40%.

Hingga Maret lalu, total area inti yang dikelola perseroan mencapai 102,078 ha, dengan komposisi 79% kelapa sawit, 17% karet, dan sisanya adalah tanaman lain. Selain itu, penambahan lahan yang menghasilkan untuk kelapa sawit mencapai 1.500 ha, sehingga lahan menghasilkan untuk kelapa sawit menjadi 71.510 ha.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Harga_Sawit_Turun__Laba_London_Sumatera_Terpangkas_24_1%&level2=newsandopinion&id=1265306&img=level1_topnews_5&urlImage=sawit-daylife.jpg