Soros dan Roubini Soroti Kebijakan Zona Euro

Ipotnews – Kenaikan biaya pinjaman negara-negara periferal zona euro dan pertarungan antara pertumbuhan versus pengetatan menyita perhatian para politisi negara-negara tersebut. Namun respon politik mereka justru menjadi sasaran tembak Nouriel Roubini dan George Soros.

Ekonom dan pendiri RGE Monitor, Roubini mengirimkan sejumlah seruan kepada zona euro agar bertindak mengatasai pelemahan euro. “Jika permintaan domestik mulai kekurangan energi dan kelemahan dalam penyesuaian fiskal karena sektor privat dan publik melemah, mereka perlu meningkatkan ekspor neto untuk memperbaiki pemulihan pertumbuhan,” kicau Roubini via twitter, Selasa (24/4.

Menurutnya, zona euro perlu melonggarkan kebijakan moneternya. “Dalam upaya meningkatkan ekspor neto, mereka perlu kurs mata uang yang lebih lemah dan kebijakan moneter yang semakin longgar. Langkah tersebut akan membantu mendorong depresiasi nominal dan riil yang sekarang ini justru tidak terjadi di zona euro,” kata Roubini, seperti dikutip cnbc.com. “Itulah salah satu sebab kenapa mereka mengalami resesi yang makin parah,” imbuhnya.

Dalam sebuah debat, investor miliarder George Soros memperjelas posisinya dalam perdebatan antara peertumbuhan versus pengetatan. “Eropa mirip dengan Uni Sovyet, dalam hal potensi krisis euro untuk merusak, meruntuhkan Uni Eropa,” ujar Soros, seperti dilaporkan Wall Street Journal.  “Euro merusak kerekatan Uni Eropa, dan jika terus berlanjut seperti itu, bahkan dapat menghancurkan Uni Eropa,” imbuhnya.

Besarnya krisis sosial, ekonomi dan moral yang dialami Eropa, kita dapat melihat proses disintegrasi yang serupa … Kita bisa menumbuhkan utang secara berlebihan, kita tak dapat menyusutkan utang yang sudah berlebihan,” kata Soros.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Soros_dan_Roubini_Soroti_Kebijakan_Zona_Euro&level2=newsandopinion&id=1255953&img=level1_topnews_4&urlImage=soros-roubini.jpg