Bakrie Group Bantah Terima Warning Dari Credit Suisse

Ipotnews–-Manajemen Bakrie Group membantah bahwa Credit Suisse telah mengeluarkan surat peringatan terkait agunan utang perseroan.
Direktur Keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk ( [BNBR 50 0 (+0,0%)]) Eddy Soeparno menyatakan tidak ada surat pemberitahuan dari sejumlah kreditor, seperti dilansir Financial Times.

Analis PT Mandiri Sekuritas Herman Koeswanto berpendapat sejumlah investor khawatir Keluarga Bakrie kemungkinan melepas saham BUMI dan perusahaan lainnya untuk meningkatkan jaminan atas utangnya. “Reaksi investor sepertinya terlalu berlebihan,” kata dia seperti dilansir Bloomberg.

Kemarin, harga saham perusahaan Bakrie lainnya, juga anjlok. PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk turun 3,3 persen, PT Bakrieland Tbk melorot 5,6 persen dan Energi Mega Persada merosot 6,3 persen.

Samin Tan, Presiden Direktur PT Borneo Lumbung Energy Tbk ( [BORN 820 -10 (-1,2%)]), ditunjuk menjadi Chairman Bumi Plc (BUMI) bulan lalu setelah Rothschild mengundurkan diri dari jabatan Co-Chairman. Sedangkan CEO Ari Hudaya diganti oleh Nalin Rathod.

Seperti diketahui, PT Bakrie & Brothers (BNBR) harus menyediakan dana sekitar 100 juta dollar AS dalam bentuk tunai pada akhir pekan ini sebagai jaminan kredit.

Menurut narasumber yang tidak bersedia diungkap namanya, seperti dilansir laman Bloomberg, Selasa (24/4), nilai jaminan tersebut turun di bawah 1,2 kali jumlah pinjaman pada 20 April. Berdasarkan aturan yang berlaku, Bakrie harus menaikkannya menjadi 1,54 kali.

Pinjaman Bakrie senilai 437 juta dollar AS didukung oleh saham Bumi Plc, sebuah perusahaan tambang batu bara yang terdaftar di Bursa London dan harganya melorot 29 persen pada akhir bulan lalu. Dan kemarin, sahamnya turun ke titik terendah 8,5 persen.

Bumi, yang didirikan Nathaniel Rothschild pada 2010 sebagai kendaraan investasi Vallar Plc, dibagi dua sejak penawaran umum perdana (IPO) 2010 yang mengangkat nilainya menjadi 1,1 miliar dollar AS.

Tahun lalu, Rothschild dan mantan Chairman Bumi, Indra Bakrie, terlibat bentrok terkait tingkat utang di PT Bumi Resources. Rothschild menyerukan agar dilakukan “pembersihan secara radikal” di produsen batu bara terbesar di Indonesia itu.

“Tidak ada keraguan lagi mereka mampu mengatasinya dengan sejumlah solusi, baik itu refinancing, menjual saham, menjualnya opsi dibeli kembali,” ujar Richard Knights, analis pertambangan di Liberum Capital Ltd, London, yang merekomendasikan investor membeli saham Bumi.

“Ada beberapa pilihan untuk mereka. Penurunan saham Bumi merupakan reaksi yang berlebihan. Ini bukan kekhawatiran mendasar, itu hanyalah masalah teknis.”

Menurut narasumber itu, Keluarga Bakrie memiliki waktu hingga akhir pekan ini untuk menyetor uang tunai di Credit Suisse Group AG, bank yang memberikan fasilitas kredit.

Sebelumnya, Januari lalu, Keluarga Bakrie melepas setengah dari 47,6 persen saham mereka di Bumi senilai satu miliar dollar AS dalam bentuk tunai kepada PT Borneo Lumbung Energi & Metal, untuk membantu melunasi pinjaman Credit Suisse. Namun, Adam Bradbery, juru bicara Credit Suisse, di London, menolak untuk memberikan komentar.

Saham Bumi tercatat turun menjadi 497,4 pence di London, kemarin. Itu merupakan penurunan terendah sejak IPO Vallar pada 2010, ketika sahamnya dijual seharga seribu pence per lembar.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Bakrie_Group_Bantah_Terima_Warning_Dari_Credit_Suisse&level2=newsandopinion&id=1251579&img=level1_topnews_4&urlImage=credit%20suisse-daylife.jpg