Maybank Tidak Lepas Saham BNII Di bawah Rp 510

Ipotnews–PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mengaku pihaknya berencana melepas saham kembali ke publik (refloating saham) jika dirasa harga yang ditawarkan sudah cocok.

Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam hal porsi kepemilikan saham oleh publik minimal 20%.

Presiden Direktur BII Dato` Khairussaleh mengatakan, harga refloating saham tersebut, akan dipatok di angka minimal Rp 510 per saham agar sesuai dengan harga pembelian saham BII oleh Malayan Banking Berhad (Maybank Group) sebelumnya.

“Kita akan melihat harga yang tidak di bawah harga pembelian saham oleh pemegang saham saat ini,” ungkapnya belum lama ini, di Jakarta.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak akan menjual 20 persen sahamnya jika harga pasar tidak melebihi harga yang telah perusahaan bayar sebelumnya.

Menurutnya, perusahaan menargetkan harga pada premium terbesar. Saat ini, harga saham premium BII berada di kisaran Rp 450 per saham. “Kami tidak akan jual saham tersebut jika harga pasar tidak melebihi harga yang kita bayar. Minimal di angka Rp 510 kita akan jual,” jelasnya. Sementara itu, izin Bapepam-LK soal refloating saham BII memiliki batas waktu hingga Juni 2012.

Dia menjelaskan, jika izin Bapepam-LK hingga batas waktu yang ditentukan belum juga melakukan refloating saham, maka pihaknya akan meminta untuk memperpanjang batas waktu tersebut.

“Approval masih ada. Kami terus mencoba untuk melepaskan saham-saham tersebut. Kalo ga bisa kami akan menanyakan kepada Bapepam-LK apa alasannya. Jika perlu, kita minta penambahan waktu,” terangnya.

Dirinya mengaku, saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan ke Bapepam-LK untuk memperpanjang batas waktu pelepasan saham kembali hingga Desember 2012.

“Kita udah minta ke Bapepam-LK untuk memperpanjang batas waktu, already 6 month until Desember 2012. Belum keluar approval dari Bapepam-LK,” katanya.

Di luar refloating saham, dia mengatakan, perusahaan akan tetap fokus pada core bisnisnya selama ini. “Kita akan fokus kepada bisnis. Belum tahu apa plan ke depan. Corporate action tidak begitu perlu,” ujarnya.

Sebagai informasi, untuk porsi  pemegang saham saat ini, Sorak Financial Holdings Pte Ltd tercatat memiliki 54,33% saham BII. Sementara itu, Maybank Offshore Corporate Service (Labuan) Sdn Bhd yang sebelumnya membeli saham BII dari Sorak memiliki 43,08% saham BII. Sisanya sebesar 2,59% saham dimiliki oleh publik.

Berdasarkan ketentuan Bapepam LK, seharusnya Maybank telah melepas kembali saham BII sehingga kepemilikan publik menjadi 20% pada tahun 2010, atau dalam dua tahun setelah akuisisi. Namun, Maybank mendapat dispensasi dari otoritas karena target harga saham publik belum tercapai hingga saat ini. (Dewi)

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Maybank_Tidak_Lepas_Saham_BNII_Di_bawah_Rp_510_&level2=newsandopinion&id=1247757&img=level1_bigtopnews_1&urlImage=Maybank_bigok.jpg