Pasar Utang Euro Butuh Bantuan Agar Keluar Dari Kelesuan: Analis

Ipotnews – Jeda singkat di pasar utang zona euro berkat guyuran likuiditas Bank Sentral Eropa (ECB), telah berakhir. ECB perlu memiliki cadangan trik lebih banyak demi mencegah kenaikan imbali hasil obligasi ke level yang tidak berkelanjutan lagi.

Kenaikan imbal hasil obligasi Spanyol yang naik kembali melebihi 6 persen untuk pertama kalinya pada tahun ini, mendorong investor untuk kembali mencurahkan perhatian mereka kepada masalah fundamental yang membebani zona euro. Beberapa investor bahkan mulai membicarakan lagi perihal disintegrasi euro.

“Saya pikir pasar utang Spanyol dan Italia saat ini sudah benar-benar lesu (bearish),” ujar Eimear Daly, analis pasar valuta Schneider Foreign Exchange. “Pada dasarnya Spanyol adalah sandera bagi investor obligasi. Berapapun imbal hasil yang ditampilkan, pasar akan berpikir bahwa jika ada yang membutuhkan bailout, pastilah Spanyol,” ujarnya seperti dikutip cnbc.com.

Dengan tingkat imbal hasil saat ini, dikhawatirkan Spanyol tak akan mampu lebih lama lagi membiayai dirinya sendiri. “Jika kita dihadapkan pada situasi dimana imbal hasil obligasi Spanyol berjangka 10 tahun pada kisaran 6-7 persen untuk 6-12 bulan, saya pikir akan menimbulkan pertanyaan serius apakah Spanyol perlu meminta dana talangan ke Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) untuk mendapatkan pendanaan kembali utang-utangnya,” kata Bob Parker, penasehat senior Credit Suisse kepada CNBC.

Dalam catatan risetnya, analis Capital Economics menuturkan bahwa pasar sedang menghukum Spanyol “karean tidak menaati rencana konsolidasi fiskal.” Namun, meskipun Spanyol telah mengambil langkah untuk melakukan lebih banyak pengetatan anggaran, kenaikan imbal hasil obligasi Spanyol itu disebabkan oleh kekhawatiran bahwa kondisi saat ini bisa menjebloskan negara itu ke dalam resesi.

Padahal, setelah kenaikan imbal hasil Spanyol pada Senin kemarin, dalam pekan ini sejumlah negara zona euro akan kembali melakukan lelang obligasi. Selasa ini (17/4) Spanyol berharap untuk menghimpun 5 miliar euro (6,5 miliar dolar) dari utang berjangka 12 bulan dan 18 bulan, dan lebih penting lagi pada Kamis mendatang Spanyol akan menggelar lelang obligasi berjangka 2 dan 10 tahun. Selain Spanyol, Selasa ini Belgia juga akan menggelar lelang utang berjangka 3 dan 12 bulan. Selanjutnya Rabu (18/4)  giliran Jerman dan Belanda akan menggelar lelang, dan keesokan harinya, Perancis akan menggelar empat lelang obligasi berjangka 18 bulan hingga 6 tahun.

Analis memperingatkan, kecuali ECB kembali melakukan intervensi, krisis utang akan kembali memburuk. “Saya cenderung mengatakan kita akan melihat fase yang lebih akut dari krisis ini hingga pertengahan tahun. Sekarang sudah dimulai dan akan lebih berat lagi,” ujar Daly dari Schneider.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Pasar_Utang_Euro_Butuh_Bantuan_Agar_Keluar_Dari_Kelesuan__Analis&level2=&level3=&level4=topnews&id=1223555&urlImage=euro%20bond.jpg