Produsen Minta Pemerintah Respons Pelarangan Rokok Kretek di Brasil

Ipotnews – Produsen rokok mendesak pemerintah segera merespons kebijakan pemerintah Brasil baru-baru ini, yang melarang penjualan rokok kretek.

Juru Bicara GAPPRI, Hasan Aoni Aziz, menyatakan hal itu, Kamis (12/4), seperti diberitakan Jakarta Post. Menurutnya, pemerintah Indonesia harus segera melakukan pembicaraan bilateral dengan Brasil soal pelarangan penjualan rokok yang mengandung bahan tertentu, termasuk cengkeh, meskipun permintaan lokal atas rokok kretek di Brasil tidak signifikan.

“Kami mendorong pemerintah untuk menggunakan pendekatan bilateral, seperti untuk meminta peninjauan peraturan yang mungkin akan mempengaruhi industri rokok,” kata Hasan. Menurut Hasan, penjualan rokok kretek di manca negara terus meningkat, dengan peningkatan antara 7 hingga 10 persen per tahun.

Seiring potensi pasar yang terus tumbuh, raksasa rokok Sampoerna misalnya, membuka pabrik rokok kretek di Brasil, sebelum perusahaan itu diambil alih oleh perusahaan rokok Amerika Serikat, Phillip Morris beberapa tahun silam.

Indonesia merupakan produsen rokok kretek terbesar dengan ekspor mencapai USD500 juta per tahun.

GAPPRI juga mendesak pemerintah segera meminta Amerika Serikat membuka pasar rokok kretek di negara itu setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dua pekan lalu memenangkan gugatan Indonesia atas pelarangan penjualan rokok beraroma tertentu oleh Washington.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Produsen_Minta_Pemerintah_Respons_Pelarangan_Rokok_Kretek_di_Brasil&level2=newsandopinion&id=1213789&img=level1_topnews_2&urlImage=rokok%20kretek%20bisnis%20com.jpg

Iklan