Bursa Asia Cenderung Negatif, Perbankan Bakal Topang IHSG

Ipotnews–Pasar saham Asia dibuka melemah dalam aktivitas transaksi, Rabu (4/4) pagi. Bursa Asia merespon negatif ketiadaan tambahan stimulus moneter the Fed yang berdampak pada penurunan harga komoditi dan membebani saham-saham berbasis resources.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik turun 0,5 persen menjadi 126,76 poin sampai pukul 10 pagi waktu Tokyo. Sementara itu bursa Hong Kong dan Taiwan meniadakan perdagangan karena libur nasional.

Kalangan fund manager memandang tidak ada stimulus moneter the Fed. Maka dari itu tidak perlu memperluas ekspektasi akan ada pelonggaran kebijakan moneter. Portfolio Manager Paradice Investment Management Pty, Matt Riordan menyatakan posisi market sudah bergerak baik dan terkonsolidasi.

Di bursa Jepang, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,1 persen. Bursa Tokyo lesu karena volume transaksi terpantau turun 23 persen di bawah trading volume rata-rata dalam sebulan menjelang rilis data lapangan kerja AS pada 6 April mendatang. Sementara itu indeks Australia`s S&P/ASX 200 turun 0,3 persen dan demikian pula indeks Kospi di pasar Korea Selatan drop 0,4 persen.

Data lapangan kerja AS diprediksi naik 200 ribu selama Maret, melonjak berturut-turut selama 4 bulan. Hal tersebut terjadi karena manajemen perusahaan-perusahaan optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi.

Bank Topang IHSG
Sementara itu menurut Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, koreksi -0.49% yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial, belum membuat trend naik pada indeks. Dia menyebutkan, koreksi tersebut hanya menandakan bahwa kisaran resisten di 13.200-13.300 merupakan resisten yang kuat.

Minimnya sentimen baru, kata dia, membuat aliran dana asing tetap menjadi penentu dari arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Selama aliran dana asing masih merangsek masuk, IHSG bakal sulit untuk terkoreksi dalam,” ungkapnya kepada Ipotnews.com.

Untuk itu, dia memprediksi, pergerakan IHSG hari ini (4/4) diperkirakan bakal bergerak bervariasi dengan support di kisaran 4175-4195 dengan resistance di angka 4250-4275.

Sementara itu, menurutnya, penembusan atas resisten di level psikologis 7000, telah membuka potensi penguatan lanjutan, baik pada BMRI maupun BBRI. “Ini membuat saham-saham perbankan tetap akan menjadi motor pergerakan IHSG pada kelanjutan dari trend naik,” ujarnya.

Dia berpendapat, trend naik jangka pendek pada IHSG hanya berakhir jika aliran dana asing terhenti dan IHSG ditutup dibawah kisaran suport 4175-4195.

Kata dia, untuk ASII, take profit sebaiknya hanya dilakukan ketika harga sudah mencapai kisaran resisten 80.000-82.000.
Berikut saham yang direkomendasikan :

BUY : BMRI, BBRI, AALI, JSMR.
Buy on Weakness: SMGR, INTP, ASII, GGRM.

Baca: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Bursa_Asia_Cenderung_Negatif__Perbankan_Bakal_Topang_IHSG&level2=newsandopinion&id=1191368&img=level1_topnews_1&urlImage=bursa%20asia.jpg