Bapepam Harus Periksa Emiten Yang Telat Terbitkan Laporan Keuangan

Ipotnews–Analis Pasar Modal dari Aspirasi Indonesia Research Institute Yanuar Rizky berpendapat, Bapepam-LK harus memeriksa emiten yang terlambat menerbitkan laporan keuangan audited tahun buku 2011. Seperti diketahui tanggal 31 Maret adalah batas akhir bagi emiten untuk memberikan laporan keuangan audited 2011.
Menurut Yanuar, keterlambatan seperti itu bisa berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kata dia, itu juga akan merugikan investor karena para investor perlu tahu sejauh mana dan seperti apa kinerja keuangan perusahaan tempat di mana mereka menanamkan modalnya.
Secara keseluruhan, hal tersebut bisa merugikan investor karena keluarnya laporan keuangan emiten berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Namun, masalahnya, keterlambatan tersebut tidak begitu dipersoalkan oleh BEI atau pun Bapepam-LK selaku otoritas yang menangani masalah pasar modal.

Menurutnya, selama ini keterlambatan itu hanya dianggap sekadar kepatuhan suatu perusahaan terhadap aturan yang ada. Selain itu, kata dia, hingga saat ini sanksi yang dikenakan hanya sebatas sanksi administratif berupa denda.

Yanuar mengatakan, jika keterlambatan itu dilakukan terus-menerus, ini perlu dicermati dan dilakukan pemeriksaan oleh otoritas. “Kalau telatnya sesekali tidak terlalu masalah ya. Tapi kalau  sering, itu patut dipertanyakan, apakah ada masalah terkait laporan keuangan perusahaan tersebut. Otoritas harusnya periksa itu. Prinsip Bapepam seperti kantor pos sih, telat bayar,” ungkapnya kepada Ipotnews.com, Minggu (1/4).

Lebih lanjut ia mengatakan serinngya keterlambatan soal laporan keuangan perusahaan tertentu, sejauh ini ditanggapi investor biasa saja.
“Sepanjang itu saham digoreng dan investor dapat untung, ya mereka sih engga masalah,” katanya. (Dewi)